beritabola1 - Tottenham Hotspur akhirnya resmi mendapatkan pemain depan asal Korea
Selatan, Son Heung-Min. Eks pemain Bayer Leverkusen itu dikontrak selama
lima tahun.
Spurs belakangan memang sedang mencari pemain depan
tambahan. Setelah negosiasi dengan West Bromwich Albion terkait transfer
Saido Berahino tak kunjung menemui titik cerah, Spurs kini justru
mendapatkan Son.
Situs resmi The Lilywhites tidak
menyebutkan berapa nilai transfer pemain berusia 23 tahun tersebut.
Mereka hanya menyebutkan kalau Son dikontrak hingga tahun 2020.
"Dia
membantu mereka (Bayer Leverkusen) selama dua musim di sana dan membuat
87 penampilan secara total, juga mencetak 29 gol selama di BayArena,"
demikian pernyataan yang ditulis situs resmi Spurs.
Son akan mengenakan kostum nomor 7 di Spurs.
Dalam catatan WhoScored,
performanya di Bundesliga tidaklah buruk. Dalam 95 pertandingan
terakhirnya di sana, Son sukses terlibat langsung dalam terciptanya 41
gol.
Son bukan pemain asal Korsel pertama yang bermain untuk
Spurs. Sebelumnya, ada Lee Young-Pyo yang pernah bermain dari 2005
hingga 2008 sebelum akhirnya pindah ke Bundesliga untuk bergabung dengan
Borussia Dortmund.
beritabola1
Jumat, 28 Agustus 2015
Coutinho Dinilai Makin Matang dan Terbantu Kedatangan Firmino
beritabola1 - Legenda Liverpool, Ian Rush, menyebut Philippe Coutinho terlihat makin
matang pada musim ini. Rush juga menganggap gelandang asal Brasil itu
terbantu oleh kedatangan kompatriotnya, Roberto Firmino, di Anfield.
Coutinho langsung mencuri perhatian di pekan pertama Premier League. Pesepakbola berusia 23 tahun itu mencetak gol spektakuler dari jarak jauh ke gawang Stoke City untuk menentukan kemenangan Liverpool.
Di pekan ketiga, saat The Reds bertandang ke markas Arsenal, Coutinho juga mengacak-acak pertahanan tim tuan rumah meskipun pada akhirnya laga berkesudahan imbang 0-0. Pada laga tersebut, Coutinho dan Firmino menyokong Christian Benteke yang menjadi ujung tombak.
"Coutinho mulai benar-benar menonjol sekarang dan dia bermain dengan jauh lebih percaya diri," puji Rush seperti dikutip Sky Sports.
"Dia terlihat berbeda sekarang. Ketika baru datang, dia terlihat seperti seorang bocah kecil meskipun kualitasnya sudah kentara. Namun, sekarang dia adalah seorang pria yang tahu apa yang harus dia lakukan di atas lapangan. Dia sekarang siap menghadapi tekel-tekel lawan," imbuh Rush.
"Coutinho banyak belajar dari main di Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Dia makin dewasa sebagai seorang pribadi dan sebagai seorang pemain. Namun, dia masih muda," lanjutnya.
"Saya pikir kedatangan Firmino juga membantunya. Punya pemain Brasil lain di dekatnya bagus buat dia. Saya yakin mereka akan saling membantu," kata Rush.
Coutinho langsung mencuri perhatian di pekan pertama Premier League. Pesepakbola berusia 23 tahun itu mencetak gol spektakuler dari jarak jauh ke gawang Stoke City untuk menentukan kemenangan Liverpool.
Di pekan ketiga, saat The Reds bertandang ke markas Arsenal, Coutinho juga mengacak-acak pertahanan tim tuan rumah meskipun pada akhirnya laga berkesudahan imbang 0-0. Pada laga tersebut, Coutinho dan Firmino menyokong Christian Benteke yang menjadi ujung tombak.
"Coutinho mulai benar-benar menonjol sekarang dan dia bermain dengan jauh lebih percaya diri," puji Rush seperti dikutip Sky Sports.
"Dia terlihat berbeda sekarang. Ketika baru datang, dia terlihat seperti seorang bocah kecil meskipun kualitasnya sudah kentara. Namun, sekarang dia adalah seorang pria yang tahu apa yang harus dia lakukan di atas lapangan. Dia sekarang siap menghadapi tekel-tekel lawan," imbuh Rush.
"Coutinho banyak belajar dari main di Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Dia makin dewasa sebagai seorang pribadi dan sebagai seorang pemain. Namun, dia masih muda," lanjutnya.
"Saya pikir kedatangan Firmino juga membantunya. Punya pemain Brasil lain di dekatnya bagus buat dia. Saya yakin mereka akan saling membantu," kata Rush.
Rodgers: Pindah ke Milan Bagus untuk Balotelli
beritabola1 - Mario Balotelli akan menghabiskan semusim ke depan dengan membela AC
Milan dalam status pinjaman. Manajer Liverpool Brendan Rodgers menilai
kepindahan Balotelli akan menguntungkan buat si pemain.
Penyerang kontroversial itu telah resmi bergabung Rossoneri, hanya semusim setelah ditebus Liverpool seharga 16 juta pound pada musim panas lalu. Statistik Balotelli amat buruk; hanya mencetak empat gol dalam 28 penampilannya di seluruh kompetisi 2014-15.
Selain seret gol, perangai buruk Balotelli diyakini mempengaruhi The Reds untuk segera melegonya. Oleh sebab itu, eks pemain Inter Milan dan Manchester City itu diharuskan meneken klausul 'perilaku baik' dari Milan sebagai bagian dari transfernya.
"Itu adalah kepindahan yang bagus untuk Mario, untuk kedua pihak," ucap Rodgers yang dikutip Daily Mirror. "Dia akan bermain dan menjalani semusim bermain sepakbola di tanah kelahirannya. Itu akan bagus untuk dia."
Sebelumnya, Balotelli membela dirinya sendiri terkait performa buruk di Liverpool. Pemain tim nasional Italia itu beralasan dengan sistem Rodgers.
"Aku mengakui kalau aku juga punya salah tapi formasi Brendan Rodgers juga tak cocok denganku," kata Balotelli setelah meresmikan kepindahannya.
"Pada awalnya, aku sering membuang percuma peluang-peluang mudah, lama-lama aku hanya punya sedikit kesempatan untuk mencetak gol. Ditambah lagi ada kesialan, cedera... Semuanya jadi kacau."
Penyerang kontroversial itu telah resmi bergabung Rossoneri, hanya semusim setelah ditebus Liverpool seharga 16 juta pound pada musim panas lalu. Statistik Balotelli amat buruk; hanya mencetak empat gol dalam 28 penampilannya di seluruh kompetisi 2014-15.
Selain seret gol, perangai buruk Balotelli diyakini mempengaruhi The Reds untuk segera melegonya. Oleh sebab itu, eks pemain Inter Milan dan Manchester City itu diharuskan meneken klausul 'perilaku baik' dari Milan sebagai bagian dari transfernya.
"Itu adalah kepindahan yang bagus untuk Mario, untuk kedua pihak," ucap Rodgers yang dikutip Daily Mirror. "Dia akan bermain dan menjalani semusim bermain sepakbola di tanah kelahirannya. Itu akan bagus untuk dia."
Sebelumnya, Balotelli membela dirinya sendiri terkait performa buruk di Liverpool. Pemain tim nasional Italia itu beralasan dengan sistem Rodgers.
"Aku mengakui kalau aku juga punya salah tapi formasi Brendan Rodgers juga tak cocok denganku," kata Balotelli setelah meresmikan kepindahannya.
"Pada awalnya, aku sering membuang percuma peluang-peluang mudah, lama-lama aku hanya punya sedikit kesempatan untuk mencetak gol. Ditambah lagi ada kesialan, cedera... Semuanya jadi kacau."
Kamis, 27 Agustus 2015
Waktunya Madrid dan Barca Injak Pedal Gas
beritabola1 - Real Madrid tertahan, sementara Barcelona menang meskipun sempat kesulitan. Setidaknya itulah gambaran singkat dari langkah awal mereka di La Liga musim ini. Bagaimana akhir pekan ini? Seharusnya, Madrid dan Barca bisa mulai menginjak pedal gas.
Pada pekan pertama, Madrid hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan Sporting Gijon, sementara Barca menang tipis 1-0 atas Athletic Bilbao. Start yang sesungguhnya tidak bisa dibilang sempurna, apalagi jika menilik performa kedua kesebelasan di dua laga tersebut.
Madrid dan Barca sesungguhnya bisa mendominasi lawan masing-masing, tetapi tidak mampu memaksimalkan peluang yang mereka miliki. Ambil contoh Madrid yang 27 percobaan untuk mencetak gol ke gawang Sporting, tapi hanya 8 di antaranya yang tepat sasaran.
Pelatih Madrid, Rafa Benitez, menyesali akurasi pemain-pemainnya di lini depan. Namun, Benitez tidak khawatir. Melihat amunisi yang mereka miliki, Benitez yakin Los Blancos bisa mencetak banyak gol musim ini.
"Jangan khawatir, gol demi gol akan kita cetak. Dan jika kita mempertahankan performa, atau bahkan meningkatkan performa, di lini belakang, hasil-hasil bagus akan berdatangan," ujarnya pada sesi latihan kemarin seperti dilansir Marca.
Madrid akan menghadapi Real Betis di Santiago Bernabeu, Minggu (30/8) dinihari WIB. Jelang laga tersebut, penyerang mereka, Karim Benzema, dimasukkan ke dalam skuat yang dipersiapkan untuk laga tersebut. Baru-baru ini, Benitez menantang Benzema untuk mencetak 25 gol di musim ini, demi mendekati capaian terbaiknya di musim 2010/2011 dengan 26 gol dan musim 2011/2012 dengan 32 gol.
Bagaimana dengan Barca? Pada laga melawan Athletic, Barca sukses mendominasi penguasaan bola hingga 67%. Mereka juga membuat 10 percobaan untuk mencetak gol --lebih banyak dari Athletic yang hanya 8--, tetapi hanya 4 di antaranya yang tepat sasaran.
Untungnya buat Barca, Luis Suarez bisa memecah kebuntuan. Lewat gol semata wayangnya ke gawang Athletic, Suarez mencetak gol keduanya di laga resmi musim ini. Gol itu juga membuat Suarez menorehkan 6 gol dalam 10 laga resmi terakhirnya bersama Barca.
Pekan ini, Barca akan menjamu Malaga, Minggu (30/8) dinihari WIB. Selain tajamnya Suarez, Barca juga dikabarkan bisa diperkuat Neymar pada laga tersebut.
Bagaimana dengan tim-tim lainnya? Valencia, yang baru saja memastikan diri lolos ke fase grup Liga Champions, akan menjamu Deportivo La Coruna di Mestalla, Senin (31/8) dinihari WIB. Lolos ke Liga Champions adalah momentum bagus untuk Los Che setelah meraih hasil imbang di pekan pertama.
Laga menarik justru akan terjadi di Andalusia, di mana tuan rumah Sevilla akan menjamu Atletico Madrid, Senin (31/8) dinihari WIB. Pada pekan pertama, Sevilla bermain imbang 0-0 dengan Malaga, sementara Atletico menang tipis 1-0 atas Las Palmas.
Bagi Atletico, laga melawan Sevilla bakal menjadi ujian lanjutan bagi lini depan mereka yang kini berwajah baru; adanya Jackson Martinez dan Luciano Vietto seharusnya bisa menjadi jaminan mutu untuk Atleti.
Chicharito Sia-siakan Kesempatan yang Diberikan Van Gaal
beritabola1 - Javier Hernandez sepertinya sudah meyakinkan Louis van Gaal agar Manchester United mendatangkan striker baru. Chicharito seakan sudah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan meneer Belanda itu.
Semenjak kembali dari masa pinjaman di Real Madrid, Chicharito acap kali dikabarkan akan hengkang dari Old Trafford. Kendati demikian, Van Gaal malah memutuskan untuk memberikan kesempatan untuk striker tim nasional Meksiko itu.
Ucapan Van Gaal itu dibuktikan dengan menurunkan Chicharito di tiga pertandingan MU. Semuanya dicatatkan sebagai pemain pengganti.
Ketika MU memetik kemenangan 3-1 atas Club Brugge di leg I playoff Liga Champions di tengah pekan lalu, Chicharito tampil sebanyak 18 menit.
Dalam pertandingan di Old Trafford itu, Chicharito tak mampu mencatatkan sepakan ke arah gawang. Dia dicatat situs resmi Liga Champions cuma melakukan sembilan kali operan, delapan menemui sasaran, dan sekali dilanggar.
Saat MU melakoni pertandingan lanjutan Liga Inggris melawan Newcastle United, Chicharito kembali turun sebagai pemain pengganti.
MU kesulitan untuk membongkar barisan pertahanan The Magpies, Van Gaal pun memasukkan Chicharito untuk menambah daya gedor. Turun menggantikan Adnan Januzaj sejak menit 67, dia mendapatkan sekali peluang emas. Sialnya, sepakannya dari jarak dekat masih diblok Tim Krul.
Van Gaal kembali memberi Chicharito kesempatan saat MU melawat ke Jan Breydelstadion, Bruges, guna melakoni leg II playoff Liga Champions melawan Brugges.
Mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol lewat titik putih, Chicharito membuangnya karena eksekusinya melenceng. Sebelum menendang bola, Chicharito sempat terpeleset hingga bolanya melebar.
Kesialan Chicharito tak berhenti di situ. Dia juga melewatkan satu kesempatan emas pada menit-menit akhir pertandingan. Umpan silang dari Ashley Young gagal dia konversi menjadi gol karena sepakannya jauh melayang.
Secara keseluruhan, Chicharito mencatatkan tiga sepakan ke gawang, tak ada yang tepat sasaran, termasuk lewat sebuah eksekusi penalti.
Dengan dua bukti itu, rasanya Chicharito akan sulit untuk bersaing untuk memperebutkan satu tempat di lini depan MU. Wayne Rooney sudah menunjukkan diri kembali tajam dengan mencetak hat-trick saat MU menang 4-0 atas Brugges di leg Liga Champions.
Sementara itu, Marouane Fellaini juga sudah menyumbang gol untuk MU saat laga mengalahkan Brugges di laga leg I playoff Liga Champions. Memang, Van Gaal sendiri sudah memberikan sinyal akan menurunkan Fellaini lebih sering di posisi penyerang.
Meski belum berkontribusi untuk MU, Chicharito sebenarnya tampil cukup baik saat menjalani masa pinjaman di Real Madrid. Diberi kesempatan bermain 33 kali, dia sembilan kali mencetak gol dan sembilan kali memberi assist.
Menghitung Peluang Para Unggulan di Liga Champions
beritabola1 - Seberapa besar peluang klub yang menjadi unggulan dan masuk Pot 1 meraih hasil bagus? Adakah status unggulan memengaruhi kans mereka jadi juara?
Mulai musim ini UEFA melakukan perubahan dalam penentuan klub yang masuk daftar unggulan Liga Champions. Jika sebelumnya klub-klub yang masuk Pot 1 adalah delapan tim dengan koefisien paling tinggi (berdasar prestasi mereka dalam beberapa musim terakhir), maka mulai tahun ini status unggulan jadi milik juara bertahan dan tim-tim juara liga domestik pada posisi 7 besar ranking koefisien UEFA.
Sementara untuk penentuan penghuni Pot dua sampai empat masih menggunakan sistem yang sama: berdasarkan koefisien klub.
Statistik mencatat kalau tim-tim ungulan memang punya prosentase lebih besar lolos ke fase knock-out. Meski begitu, ada juga beberapa kasus di mana sang unggulan justru langsung tersingkir sementara yang menempati Pot 4 justru lolos dan bahkan jadi juara grup.
Berikut statistik klub-klub yang berlaga di fase grup Liga Champions berdasarkan keberadaan mereka di daftar unggulan sejak musim 1999/2000, sebagaimana dikutip dari situs resmi UEFA:
Hasil di Fase Grup
Pot 1
- Sebanyak 72 tim berhasil menjadi pemuncak grup (56%)
- Sebanyak 38 tim lolos dengan status runner up (30%)
- Sebanyak 9 tim menuntaskan fase grup di posisi tiga (7%)
- Sebanyak 9 tim menjadi juru kunci grup (7)
Pot 2
- Sebanyak 32 tim berhasil menjadi pemuncak grup (25%)
- Sebanyak 50 tim lolos dengan status runner up (39%)
- Sebanyak 26 tim menuntaskan fase grup di posisi tiga (20%)
- Sebanyak 20 tim menjadi juru kunci grup (16%)
Pot 3
- Sebanyak 15 tim berhasil menjadi pemuncak grup (12%)
- Sebanyak 24 tim lolos dengan status runner up (19%)
- Sebanyak 49 tim menuntaskan fase grup di posisi tiga (38%)
- Sebanyak 40 tim menjadi juru kunci grup (31%)
Pot 4
- Sebanyak 9 tim berhasil menjadi pemuncak grup (7%)
- Sebanyak 16 tim lolos dengan status runner up (13%)
- Sebanyak 44 tim menuntaskan fase grup di posisi tiga (34%)
- Sebanyak 59 tim menjadi juru kunci grup (46%)
Tahun-tahun Terbaik
Pot 1
Pada musim 2002/03 tujuh dari delapan klub asal Pot 1 menjadi juara di masing-masing grup. Sedangkan sejak musim 2005/06 sampai 2008/09, dan di 2010/11, seluruh delapan klub asal Pot 1 lolos ke fase knock out.
Pot 2
Pada musim 2004/05 ada lima tim dari Pot 2 menjadi pemuncak grup. Sedangkan di 2006/07 seluruh klub yang berasal dari Pot 2 lolos ke fase knock out, sebagaimana juga terjadi pada klub-klub di Pot 1.
Pot 3
Di Musim 1999/2000, ada tiga klub dari Pot 3 yang jadi juara grup. Tahun lalu juga mencatat rekor karena ada enam klub dari Pot 3 lolos ke fase selanjutnya.
Pot 4
Di musim 2000/01 dan 2001/02, yang terulang lagi pada 2012/13, dua klub dari Pot 4 menjadi pemuncak klasemen. Sementara 2001/02 mencatatkan rekor dengan ada empat klub asal Pot 4 yang lolos ke 16 besar.
Tahun-tahun Terburuk
Pot 1
Di musim 1999/2000 ada tiga musim dari Pot 1 yang gagal lolos. Sementara pada 2000/2001 ada dua tim yang menyudahi fase grup sebagai juru kunci.
Pot 2
Pada musim 2012/2013, lima klub dari Pot 2 gagal lolos ke knock out. Sementara dalam lima musim terakhir, ada dua klub asal Pot 2 yang jadi juru kunci.
Pot 3
Pada musim 2006/2007 seluruh delapan tim dari Pot 3 terhenti langkahnya di fase grup.
Pot 4
Musim 2013/2014 adalah kali keempat di mana tidak satupun klub asal Pot 4 lolos ke fase gugur.
Fenomena-fenomena
- Musim lalu Benfica jadi juru kunci di fase grup meski mereka sebelumnya ada di Pot 1. Klub terakhir yang mengalami nasib serupa adalah Manchester United pada 2005/2006.
- Musim lalu, klub-klub di Grup A, B, F dan G finis dengan urutan yang sama sesuai Pot. Sementara Grup C justru berkebalikan: Benfica yang datang dari Pot 1 jadi juru kunci, Zenit yang datang dari Pot 2 finis di urutan tiga, Bayer Leverkusen yang datang dari Pot 3 jadi runner up, dan Monaco yang berasal dari Pot 4 justru jadi juara grup.
Final
- Dari 16 pemenang terakhir Liga Champions, 12 di antaranya datang dari Pot 1. Pengecualian terjadi pada AC Milan (2003/2004, Pot 3), FC Porto Porto (2003/04, Pot 2), Liverpool (2004/05, Pot 2) dan Internazionale Milano (2009/10, Pot 2). Dua di antara klub-klub tersebut dilatih Jose Mourinho, yang justru selalu gagal jadi juara saat klubnya masuk di Pot 1.
- Dari 16 runner up terakhir, sembilan di antaranya datang dari Pot 1. Pengecualian terjadi pada Valencia (1999/2000, Pot 3), Bayer Leverkusen (2001/02, Pot 3), Monaco (2003/04, Pot 4), Milan (2004/05, Pot 2), Borussia Dortmund (2012/13, Pot 4), Atle;tico Madrid (2013/14, Pot 2) dan Juventus (2014/15, Pot 2).
- Tujuh final (2000/01, 2005/06 sampai 2008/09 dan 2010/11 sampai 2011/12) mempertemukan dua tim dari Pot 1. Sementara final 2003/04 dan 2004/05 sama sekali tak memunculkan tim dari Pot 1.
Mourinho: Trofi Liga Europa 2013 Tak Bagus untuk Chelsea
beritabola1 - Tidak semua piala yang didapat memberi pengaruh baik untuk klub. Setidaknya begitu menurut Jose Mourinho, yang menyebut keberhasilan Chelsea menjuarai Liga Europa merusak citra The Blues sebagai klub besar.
Di musim 2011/2012 Chelsea mengukir sejarah setelah untuk kali pertama menjuarai Liga Champions. Di musim berikutnya mereka dapat hasil buruk di kompetisi yang sama karena langsung terdepak di fase grup.
Tak berjodoh di Liga Champions, Chelsea justru dapat peruntungan yang lebih baik di Liga Europa. Di bawah Rafael Benitez yang datang sebagai care taker, John Terry dkk jadi kampiun setelah mengalahkan Benfica 2-1 dalam laga final di Amsterdam. The Blues pun menjadi klub pertama yang dua musim beruntun memenangi dua kompetisi Eropa berbeda.
Beberapa bulan setelah pesta di Amsterdam, Jose Mourinho kembali ke Stamford Bridge. Disebut Mourinho, pengalaman bermain di Liga Europa memberikan pengaruh yang tidak baik buat pemain-pemainnya.
"Saat saya kembali, saya merasakan kalau pengalaman pemain Chelsea tampil di Liga Europa tidaklah bagus. Liga Europa adalah kompetisi yang berbeda (dibanding Liga Champions), Liga Europa punya level kompetisi yang berbeda, level pemain yang berbeda dan level klub yang berbeda. Tidak bagus buat sebuah klub besar bermain di sana dan memenanginya," sahut Mourinho dalam wawancaranya dengan BT Sport.
Lebih lanjut, Mourinho menyebut kalau dia lebih memilih gagal di Liga Champions daripada sukses di Liga Europa.
"Itu (Liga Champions) lebih baik untuk evolusi pemain dan evolusi tim. Bahkan jika Anda tidak meraih sukses, bahkan jika Anda tidak bisa menjadi pemenang. Lebih baik berada di Liga Champions."
Salam Perpisahan Llorente untuk Juventus
beritabola1 - Fernando Llorente akan segera menyudahi petualangannya bersama Juventus. Striker berkebangsaan Spanyol itu mengucapkan salam perpisahan untuk Bianconeri dan semua tifosi.
Llorente selangkah lagi akan kembali ke negara asalnya dan bergabung dengan Sevilla. Penyerang berusia 30 tahun itu telah bersepakat dengan Juve untuk memutus kontrak, yang sejatinya baru berakhir pada tahun 2017.
Direkrut dari Athletic Bilbao pada 2013 lalu, Llorente tampil pada 92 pertandingan bersama Juve dan menyumbangkan 27 gol plus 10 assist. Dia memenangi lima trofi di Italia, termasuk dua scudetto secara beruntun dan satu gelar Coppa Italia.
"Sangat menyenangkan menjalani dua tahun terakhir bersama Juventus," tulis Llorente di laman resmi Facebook-nya.
"Menyenangkan bisa berbagi momen-momen kemenangan dan sukacita bersama semua rekan setim dan semua tifosi."
"Terima kasih keluarga Bianconeri atas semua dukungan yang saya terima. Saya merasa sangat disayangi sepanjang waktu dan itu akan selalu ada di hati saya," kata Llorente.
Selfie dengan Van Gaal dan Kerinduan Peserta United Camp yang Mesti Tertahan
beritabola1 - Peserta United Training 2015 telah menimba pengalaman di Manchester United Soccer School selama sepuluh hari. Mereka pun saling lontar cerita lucu yang mereka alami.
I Kadek Dwi Kurniawan (16) dari Bali, Ayub Abdul Aziz (15) dari Semarang, Jero Pratama (15) dari Padang, Marselius Fanmakuni (13) dari Alor, Pamungkas Budi Wibowo (16) dari Surakarta, Jani Robert Yawan Bedes (14) dari Merauke, dan Ahmad Wahyudi Marasabessy (15) dari Tulehu menjadi pemain-pemain terpilih yang ambil bagian dalam program United Training 2015.
Mereka mengunjungi markas The Red Devils, lalu berjumpa beberapa pemain dan manajer Louis van Gaal. Tentunya, mereka tidak menyia-nyiakan momen itu untuk foto bersama. Sayangnya, kejadian konyol malah dialami salah satu dari mereka.
"Senang (ikut United Training), tapi ada tidak senangnya karena tidak bisa foto. Handphone saya rusak," cerita Jero (15) dengan wajah lugu saat jumpa pers di Wisma Achilles, Jakarta, Rabu (26/8).
Bahkan karena telepon selulernya rusak, Jero tidak sempat memberi tahu kabar ke orang tuanya begitu kembali ke Indonesia. Ketidakberuntungan juga dialami anak lain. Misalnya Ayub, yang sudah girang saat dia dan Robert bisa berfoto bersama Louis van Gaal. Telepon selulernya dipegang van Gaal untuk kemudian ber-selfie ria. Namun setelah berfoto, ternyata wajah Ayub malah tidak masuk frame. Dia yang baru menyadari hal tersebut saat tiba di hotel. Kesal bukan main.
"Ayub bilang, 'Wah, bro, muka gue nggak ada (di frame)'. Dianya jauh-jauh sih, jadi nggak dapat haha," ledek Robert kepada Ayub. Yang diledek hanya bisa mesem-mesem saat Robert menirukan gayanya. Robert sendiri merasa girang berfoto selfie dengan pelatih asal Belanda tersebut.
"Louis van Gaal bilang 'big smile' ke saya. Saya senyum lebar-lebar," seloroh Robert dengan begitu ceria.
Balotelli Tinggalkan Latihan dengan Liverpool demi HP Baru
beritabola1 - Terlepas dari minimnya produktivitas golnya, ada kelakuan lain Mario Balotelli yang membuat Liverpool ingin cepat-cepat menjual dia. Balotelli diklaim berpura-pura cedera hanya untuk mendapatkan iPhone 6.
Balotelli, 25 tahun, didatangkan ke Liverpool dari AC Milan pada musim panas 2014 seharga 16 juta poundsterling. Sejak awal, manajer klub Brendan Rodgers, memang sudah diwanti-wanti risiko menggaet pemain Italia itu apalagi kalau bukan terkait tindak-tanduknya di dalam maupun di luar lapangan yang sering kontroversial.
Di akhir musim, kontribusi Balotelli pun rupanya tidak membanggakan. Penyerang yang juga pernah membela Inter Milan dan Manchester City ini cuma bisa mencetak satu gol di Premier League atau empat gol dalam 28 laganya di semua kompetisi.
Menurut laporan Liverpool ECHO, ada perilaku konyol Balotelli yang membuat kubu The Reds murka.
Di ruang ganti Melwood, Balotelli tampak jelas merasa terganggu karena belum memiliki hand phone (hp) terbaru keluaran Apple, iPhone 6, yang sudah lebih dulu dimiliki salah seorang rekan setimnya.
Tidak lama berselang, Balotelli beserta skuat Liverpool pergi ke lapangan latihan untuk melakukan pemanasan. Namun, cuma beberapa menit dia mengaku hamstringnya bermasalah sehingga harus meninggalkan latihan lebih awal untuk menjalani pemeriksaan.
Tapi saat skuat Liverpool kembali ke ruang ganti di akhir sesi 90 menit kemudian, Balotelli terlihat duduk di pojok ruangan dengan menggenggam iPhone6 baru dan beberapa kotak belanjaan berada di sampingnya.
Pelatih Galaxy: Gerrard Akan Melatih Liverpool Suatu Hari Nanti
beritabola1 - Pelatih Los Angeles Galaxy, Bruce Arena, menilai Steven Gerrard punya kemampuan untuk menjadi seorang pelatih. Menurut Arena, Gerrard pada akhirnya akan "pulang" ke Liverpool dan melatih klub tersebut.
Gerrard saat ini tengah menikmati petualangan barunya bersama Galaxy. Dia baru-baru ini meninggalkan Liverpool, yang sudah dibelanya selama 17 musim.
Di usianya yang sudah 35 tahun, karier Gerrard sebagai pemain mungkin akan berakhir dalam waktu tidak terlalu lama lagi. Setelah gantung sepatu, Gerrard diyakini akan terjun ke dunia kepelatihan.
"Langkah Steven berikutnya dalam permainan adalah menjadi seorang manajer. Tak diragukan lagi. Dia sangat suka mempelajari tentang apa yang sedang terjadi," ujar Arena di London Evening Standard.
"Saya tidak tahu di mana hal itu akan terjadi. Di Galaxy? Saya harap tidak karena sayalah manajernya!" seloroh Arena.
"Saya sebenarnya akan senang jika seseorang seperti dia bisa menggantikan saya. Namun, saya pikir hal itu tidak akan terjadi bersama Galaxy," tambahnya.
"Saya kira dia akan kembali ke Inggris dan kemudian Anda bisa menebak di mana dia akan berlabuh setelah itu," kata Arena.
Rabu, 26 Agustus 2015
Jelang Play-off Liga Champions – Leverkusen Dituntut Lebih Efisien Manfaatkan Peluang
beritabola1 - Bayer Leverkusen tak mampu memaksimalkan peluang saat dikalahkan Lazio di leg pertama play-off Liga Champions. Mereka dituntut untuk tak mengulangi kesalahan tersebut di leg kedua.
Leverkusen menyerah 0-1 dari Lazio pada laga di Olimpico, tengah pekan lalu. Stefan Kiessling dkk. tak bisa mencetak gol meski melepaskan sembilan tembakan yang dua di antaranya tepat sasaran.
Salah satu peluang terbaik Leverkusen di Olimpico didapat oleh Lars Bender. Tapi, tembakan Bender cuma menghantam tiang gawang.
Pelatih Leverkusen, Roger Schmidt, berharap timnya lebih efisien dalam memanfaatkan peluang pada pertemuan kedua dengan Lazio di BayArena, Kamis (27/8/2015) dinihari WIB. Pasalnya, Leverkusen harus menang dengan selisih minimal dua gol untuk membalikkan keadaan.
“Kekhawatiran apapun mengenai tidak mencetak gol (di kandang Lazio) hanya akan muncul jika kami tidak menciptakan peluang. Kami menciptakan peluang, tapi kami kesulitan untuk menuntaskannya,” tutur Schmidt yang dikutip Football Italia.
“Penting untuk mencetak gol pada laga besok. Kami harus cermat untuk mencetak sebuah gol dan saya tahu bahwa tim saya akan berjuang habis-habisan,” katanya.
Milner: Nilai Liverpool di Akhir Musim
beritabola1 - Performa Liverpool belum cukup meyakinkan di awal musim ini dalam usahanya kembali ke papan atas. Namun demikian, gelandang Liverpool James Milner optimistis dengan peluang timnya.
Milner memainkan peran penting di lini tengah ‘Si Merah’ setelah didatangkan dari Manchester City pada bursa musim panas ini. Dimainkan sebagai starter di tiga pertandingan pertama Liverpool, Milner turut membantu timnya memetik dua kemenangan dan sekali imbang melawan Arsenal.
Liverpool kini duduk di peringkat ketiga klasemen sementara Premier League dengan tujuh poin, terpaut dua angka dari City di posisi teratas dan memiliki angka yang sama dengan Manchester United di posisi keempat.
Cuma sekali Liverpool finis di zona Liga Champions dalam lima musim terakhir, yang terjadi pada 2013-14 dengan menjadi runner-up. Meski butuh waktu bagi skuat Liverpool untuk padu, Milner yakin timnya mampu bersaing ke papan atas.
“Kita akan melihat di akhir musim, bukan kah begitu? Aku pikir kami sudah dekat,” kata Milner di ESPNFC.
“Kami tidak ingin menetapkan target tertentu, tapi semakin lama kami menjalani musim ini semakin lama kami bermain bersama, Anda akan melihat kami meningkat lagi dan lagi.”
“Kupikir ini adalah waktu yang menarik. Ada jelas banyak perubahan di sini dan kupikir akan membutuhkan waktu untuk menampilkan performa terbaik kami tapi awal musim seperti yang kami jalani ini sudah menyenangkan,” imbuh Milner.
Biancocelesti Ditunggu Malam Terpentingnya
beritabola1 - Lazio selangkah lagi akan menembus fase grup Liga Champions musim ini. Biancocelesti pun akan menjalani malam terpentingnya dengan menghadapi Bayer Leverkusen di leg kedua play-off.
Lazio mengantongi kemenangan 1-0 pada pertemuan pertama dengan Leverkusen di Olimpico, tengah pekan lalu. Hasil tersebut menjadi modal bagi mereka untuk menghadapi lawan yang sama di leg kedua di BayArena, Kamis (27/8/2015) dinihari WIB.
Lazio cuma membutuhkan hasil imbang untuk lolos. Jika Gli Aquilotti berhasil lolos, maka ini akan menjadi kali pertama mereka tampil di fase grup Liga Champions sejak musim 2007/2008.
“Leg pertama mengajarkan kepada kami sesuatu tentang lawan kami, membuat kami sadar di mana kami bisa melukai mereka dan di mana mereka bisa melukai kami,” tutur winger Lazio, Antonio Candreva, seperti dikutip Football Italia.
“Ini akan menjadi sebuah pertarungan dan malam terpenting untuk kami semua,” tambah Candreva.
“Saya tak pernah bermain di fase grup Liga Champions dan tentu saja saya benar-benar ingin mencapai level ini. Ketika saya tiba di Lazio, saya menemukan kedewasaan dan konsistensi dalam permainan saya. Saya jadi sadar dengan kemampuan saya, yang mungkin merupakan langkah paling penting bagi seorang pemain,” kata pesepakbola berusia 28 tahun itu.
Van Gaal Akui Timnya Kurang Kreatif
beritabola1 - Eks gelandang Manchester United, Paul Scholes menyebut bahwa tidak
ada yang fantastis dari permainan mantan timnya itu saat ini. Di sisi
lain, Louis van Gaal mengakui kalau tim yang dibesutnya itu kurang
kreatif.
Scholes membuat pernyataan usai melihat permainan United kala menjamu Newcastle United akhir pekan lalu. Pada laga tersebut, United mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, namun tidak bisa mencetak sebuah gol pun. Alhasil, laga berakhir 0-0.
Di tengah pertanyaan soal ketajaman dan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan itu, United berangkat ke Brugge, Belgia, untuk menghadapi Club Brugge di leg II play-off Liga Champions. Van Gaal pun mengakui, masih ada masalah di lini serang timnya.
Van Gaal menyebut, timnya jauh lebih baik ketika tidak sedang menguasai bola. Ini ditunjukkan dengan bagaimana kokohnya mereka saat bertahan dengan torehan 3 clean sheet di Premier League sejauh ini.
“Kami sudah menunjukkan musim lalu dan sekarang kami melanjutkan musim dengan banyak clean sheet. Ini juga penting,” ujar Van Gaal di The Independent.
“
Tapi, kami harus memperbaiki diri ketika sedang menguasai bola.”
“Kami sedikit kurang beruntung. Liverpool dan Arsenal juga berakhir 0-0, Senin kemarin. Tapi, Anda tak bisa bilang kalau mereka tidak membuat peluang apa-apa,” kata Van Gaal.
Minimnya gol yang diciptakan United sejauh ini juga turut menyeret nama Wayne Rooney. Penyerang bernomor 10 itu dituding terlalu sering turun ke tengah, ketika tugas aslinya adalah menjadi “nomor 9″ dan menyelesaikan umpan yang dilepaskan timnya.
Namun, Van Gaal membela Rooney. Menurutnya, sistem permainannya memang mengharuskan Rooney bergerak seperti itu.
Kini, Van Gaal menambahkan Marouane Fellaini di lini depan timnya. Dengan adanya Fellaini, Van Gaal punya opsi tambahan di lini depan. Jika mandek, dia bisa memasukkan Fellaini dan melepaskan umpan langsung ke depan.
Fellaini sendiri tidak kagok dengan peran itu. Musim lalu, dia juga pernah melakoni peran serupa.
“Tidak masalah di mana saya bermain, hal terpentingnya adalah memenangi pertandingan. Tentu saja ini berbeda, tapi saya menikmati semua posisi di mana saya bisa bermain,” kata pemain berusia 27 tahun tersebut.
Scholes membuat pernyataan usai melihat permainan United kala menjamu Newcastle United akhir pekan lalu. Pada laga tersebut, United mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, namun tidak bisa mencetak sebuah gol pun. Alhasil, laga berakhir 0-0.
Di tengah pertanyaan soal ketajaman dan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan itu, United berangkat ke Brugge, Belgia, untuk menghadapi Club Brugge di leg II play-off Liga Champions. Van Gaal pun mengakui, masih ada masalah di lini serang timnya.
Van Gaal menyebut, timnya jauh lebih baik ketika tidak sedang menguasai bola. Ini ditunjukkan dengan bagaimana kokohnya mereka saat bertahan dengan torehan 3 clean sheet di Premier League sejauh ini.
“Kami sudah menunjukkan musim lalu dan sekarang kami melanjutkan musim dengan banyak clean sheet. Ini juga penting,” ujar Van Gaal di The Independent.
“
Tapi, kami harus memperbaiki diri ketika sedang menguasai bola.”
“Kami sedikit kurang beruntung. Liverpool dan Arsenal juga berakhir 0-0, Senin kemarin. Tapi, Anda tak bisa bilang kalau mereka tidak membuat peluang apa-apa,” kata Van Gaal.
Minimnya gol yang diciptakan United sejauh ini juga turut menyeret nama Wayne Rooney. Penyerang bernomor 10 itu dituding terlalu sering turun ke tengah, ketika tugas aslinya adalah menjadi “nomor 9″ dan menyelesaikan umpan yang dilepaskan timnya.
Namun, Van Gaal membela Rooney. Menurutnya, sistem permainannya memang mengharuskan Rooney bergerak seperti itu.
Kini, Van Gaal menambahkan Marouane Fellaini di lini depan timnya. Dengan adanya Fellaini, Van Gaal punya opsi tambahan di lini depan. Jika mandek, dia bisa memasukkan Fellaini dan melepaskan umpan langsung ke depan.
Fellaini sendiri tidak kagok dengan peran itu. Musim lalu, dia juga pernah melakoni peran serupa.
“Tidak masalah di mana saya bermain, hal terpentingnya adalah memenangi pertandingan. Tentu saja ini berbeda, tapi saya menikmati semua posisi di mana saya bisa bermain,” kata pemain berusia 27 tahun tersebut.
Selasa, 25 Agustus 2015
Didepak Real Madrid, Pemain Muda Ini Umbar Lelucon
beritabola1 - Tak selamanya seorang pemain menjadi terpuruk dan stres setelah dipecat klub sebesar Real Madrid. Eero Markkanen, contohnya.
Markkanen merupakan pemain binaan Madrid Castilla. Ia didepak dari tim lantaran berat badannya bertambah 18kg.
Markkanen tak ambil pusing dengan keputusan El Real. Ia justru melemparkan lelucon dengan memposting foto dirinya yang telah direkayasa sehingga menjadi tampak gendut.
Markkanen menempati posisi striker. Lelaki asal Finlandia itu masih berusia 24 tahun.
Markkanen merupakan pemain binaan Madrid Castilla. Ia didepak dari tim lantaran berat badannya bertambah 18kg.
Markkanen tak ambil pusing dengan keputusan El Real. Ia justru melemparkan lelucon dengan memposting foto dirinya yang telah direkayasa sehingga menjadi tampak gendut.
Markkanen menempati posisi striker. Lelaki asal Finlandia itu masih berusia 24 tahun.
Tendangan Bebas Calhanoglu Kembali Makan Korban
beritabola1 - Kiper Hannover 96 dan juga tim nasional Jerman, Ron-Robert
Zieler, menjadi "korban" tendangan bebas gelandang Bayer Leverkusen,
Hakan Calhanoglu. Calhanoglu pun sukses mencetak gol tendangan bebas
ke-22 sepanjang kariernya.
Pada laga Bundesliga yang berlangsung di HDI-Arena, Hannover, Sabtu (22/8/2015), Leverkusen membawa kemenangan 1-0 atas Hannover. Gol semata wayang Leverkusen dicetak Calhanoglu pada menit ke-18.
Calhanoglu juga nyaris mencetak gol kedua lewat cara yang sama pada laga tersebut. Namun, kesempatan Calhanoglu pada babak kedua, masih gagal karena bola hasil tendangan bebasnya membentur mistar gawang.
Gol tersebut semakin memantapkan Calhanoglu sebagai eksekutor tersukses tendangan bebas di lima liga teratas Eropa dalam tiga tahun terakhir. Sejak musim 2012-2013, pemain internasional Turki itu sudah mencetak 11 gol melalui tendangan bebas.
Selama berkarier profesional pada 2011, Calhanoglu sudah menceploskan 22 gol melalui tendangan bebas.
Pada laga Bundesliga yang berlangsung di HDI-Arena, Hannover, Sabtu (22/8/2015), Leverkusen membawa kemenangan 1-0 atas Hannover. Gol semata wayang Leverkusen dicetak Calhanoglu pada menit ke-18.
Calhanoglu juga nyaris mencetak gol kedua lewat cara yang sama pada laga tersebut. Namun, kesempatan Calhanoglu pada babak kedua, masih gagal karena bola hasil tendangan bebasnya membentur mistar gawang.
Gol tersebut semakin memantapkan Calhanoglu sebagai eksekutor tersukses tendangan bebas di lima liga teratas Eropa dalam tiga tahun terakhir. Sejak musim 2012-2013, pemain internasional Turki itu sudah mencetak 11 gol melalui tendangan bebas.
Selama berkarier profesional pada 2011, Calhanoglu sudah menceploskan 22 gol melalui tendangan bebas.
Lagi, Bayern Tegaskan Tak Mau Jual Mueller
beritabola1 - Untuk kesekian kalinya Bayern Muenchen menyatakan tak bakal
melego Thomas Mueller. Kali ini pernyataan datang dari sang direktur
olah raga, Matthias Sammer.
Dalam satu bulan belakangan ini Mueller gencar dikabarkan bakal mengikuti Bastian Schweinsteiger ke Manchester United. Kabar yang beredar di Inggris menyebut Setan Merah sudah mengajukan penawaran 69,5 juta pound (Rp 1,4 triliun) untuk mengangkut pilar timnas Jerman itu dari Bayern.
Sammer coba meredakan rumor tersebut dengan mengatakan bahwa Bayern tidak akan melepas Mueller. Ia menjamin tidak akan ada lagi pemain yang meninggalkan The Bavarians.
"Kami membutuhkan pemain. Tidak ada hal lain yang akan terjadi," tutur pria yang membantu Jerman menjuarai Euro 1996 itu, seperti dikutip ESPN.
FC Hollywood tampaknya sudah benar-benar menutup peluang bagi klub lain untuk mendapatkan Mueller. Sebelumnya, Karl Heinz-Rummenige selaku CEO Bayern juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melepas Mueller.
"Ada pemain yang tidak memiliki label harga, termasuk Thomas Mueller. Kami akan kehilangan jika menjualnya,” ujar bintang sepak bola Jerman di era 1970-1980an itu.
United butuh penyerang baru lantaran masih tumpulnya lini depan mereka. Dari tiga pertandingan pertama Premier League musim 2015-16, mereka baru sanggup mencetak dua gol.
Dalam satu bulan belakangan ini Mueller gencar dikabarkan bakal mengikuti Bastian Schweinsteiger ke Manchester United. Kabar yang beredar di Inggris menyebut Setan Merah sudah mengajukan penawaran 69,5 juta pound (Rp 1,4 triliun) untuk mengangkut pilar timnas Jerman itu dari Bayern.
Sammer coba meredakan rumor tersebut dengan mengatakan bahwa Bayern tidak akan melepas Mueller. Ia menjamin tidak akan ada lagi pemain yang meninggalkan The Bavarians.
"Kami membutuhkan pemain. Tidak ada hal lain yang akan terjadi," tutur pria yang membantu Jerman menjuarai Euro 1996 itu, seperti dikutip ESPN.
FC Hollywood tampaknya sudah benar-benar menutup peluang bagi klub lain untuk mendapatkan Mueller. Sebelumnya, Karl Heinz-Rummenige selaku CEO Bayern juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melepas Mueller.
"Ada pemain yang tidak memiliki label harga, termasuk Thomas Mueller. Kami akan kehilangan jika menjualnya,” ujar bintang sepak bola Jerman di era 1970-1980an itu.
United butuh penyerang baru lantaran masih tumpulnya lini depan mereka. Dari tiga pertandingan pertama Premier League musim 2015-16, mereka baru sanggup mencetak dua gol.
Ini Percakapan Mignolet dan Cech Saat Rehat
beritabola1 - Di atas lapangan, Petr Cech (Arsenal) dan Simon Mignolet (Liverpool) memang rival. Namun, di luar arena pertandingan, mereka berteman baik dan punya rasa saling menghormati. Cech dan Mignolet menjadi bintang dalam duel Arsenal versus Liverpool di Emirates Stadium pada matchday ketiga Premier League 2015-16, Selasa (25/8/2015) dini hari WIB.
Aksi brilian dari kiper tersebut membuat laga berakhir imbang 0-0. Usai pertandingan, Mignolet mengungkapkan isi percakapan dirinya dengan Cech ketika rehat babak pertama. "Dia meminta saya untuk membiarkan satu bola masuk ke gawang Liverpool. Saya mengatakan hal serupa kepada dia," tutur pemain asal Belgia itu seperti dilansir laman resmi Liverpool.
Mignolet berhasil menggagalkan lima peluang Arsenal. Sementara itu, Cech mampu mengamankan delapan tembakan pemain Liverpool. Hasil seri di Emirates Stadium membawa Arsenal bercokol di posisi kesembilan tabel klasemen dengan koleksi empat poin dari tujuh laga. Liverpool berada di peringkat ketiga (tujuh poin).
beritabola1 - Ini adalah lima hal yang bisa dipelajari dari kemenangan 2-0 Manchester City atas Everton pada Minggu (23/8/2015).
1. Jesus Navas masih punya masa depan di City

Jesus Navas (29) merupakan pemain yang paling mungkin tergeser apabila Kevin De Bruyne benar datang dari Wolfsburg. Namun, pada laga ini, pemain asal Spanyol itu menunjukkan bahwa ia tak akan menyerahkan tempatnya dengan mudah.
Navas menorehkan 93 persen akurasi umpan, 4 kali melewati lawan, dan 3 kali sukses dalam tekel. Tak hanya itu, pemain asal Spanyol ini menciptakan dua peluang bagi rekan-rekannya dan mengenai sasaran dengan dua tembakannya sepanjang laga.
2. Bacary Sagna memesona di senja kariernya

Pablo Zabaleta dicap sebagai salah satu bek kanan terbaik Premier League tapi ia kini harus mengkhawatirkan tempatnya di tim utama City. Pelatih City, Manuel Pellegrini, secara sistematis menargetkan bek kiri muda Everton (Brendan Galloway lalu Tyias Browning) di Goodison Park.
Selain Navas, pemain yang berperan besar dalam operasi itu adalah bek kanan Bacary Sagna (32). Penetrasi agresifnya membuka banyak kesempatan dari sisi kanan penyerangan tim. Di senja kariernya, pemain asal Prancis ini masih bisa memesona.
3. Walau serangan bertubi-tubi datang dari sisi kanan, gol pertama tetap dicetak lewat sisi kiri

Melanjutkan poin di atas, kedua sayap City tampak lebih hidup musim ini ketimbang kompetisi lalu. Kendati serangan lebih banyak datang dari sisi kanan, link up Raheem Sterling dan Aleksandar Kolarov kembali menunjukkan potensi besar selama tiga pekan pertama 2015-16.
Lewat golnya di Goodison Park, Kolarov berarti telah mencetak gol tiap musimnya sejak datang dari Lazio enam tahun silam. Ini juga sekaligus gol pertama sang pemain dari dalam kotak penalti sejak musim 2011-12.
4. John Stones luar biasa lawan oposisi berkelas

Everton telah tiga kali menolak pendekatan Chelsea untuk bek muda mereka, John Stones (21). Melihat dari laga ini, kubu Toffees boleh khawatir Chelsea akan datang dengan tawaran keempat.
Kendati timnya kebobolan dua gol, ia kembali solid mengawal lini pertahanan. Stones melakukan hampir 90 persen operan sukses, berhasil dalam keempat usaha tekelnya, lima kali membuang bola, dan tiga kali menang duel udara di pertahanan.
Terlebih, ia hanya melakukan sekali pelanggaran kontra lawan-lawan cerdik dan lincah seperti David Silva, Sergio Aguero, dan Samir Nasri.
5. Apakah skuat City ini cukup kuat untuk menggebrak Liga Champions?

Manchester City perkasa di pekan-pekan pertama Premier League. Mereka solid di belakang dengan Vincent Kompany kembali ke permainan terbaik dan dinamis di depan. Apabila ditarik hingga akhir musim lalu, laga di Goodison Park menjadi kemenangan kesembilan beruntun bagi kubu Etihad, rentetan terbaik sejak 1912.
Pekan ini pula, undian fase grup Liga Champions akan dilakukan. Pertanyaan utama pun masih menunggu jawaban. Joe Hart mengatakan seusai laga bahwa apa yang terjadi musim kemarin sangat menyakitkan tapi mereka telah banyak belajar dari kesalahan. Setelah bertahun-tahun gagal mewujudkan potensi di kompetisi terakbar Eropa tersebut, apakah ini tahun mereka bisa berjaya di Eropa?
1. Jesus Navas masih punya masa depan di City
Jesus Navas (29) merupakan pemain yang paling mungkin tergeser apabila Kevin De Bruyne benar datang dari Wolfsburg. Namun, pada laga ini, pemain asal Spanyol itu menunjukkan bahwa ia tak akan menyerahkan tempatnya dengan mudah.
Navas menorehkan 93 persen akurasi umpan, 4 kali melewati lawan, dan 3 kali sukses dalam tekel. Tak hanya itu, pemain asal Spanyol ini menciptakan dua peluang bagi rekan-rekannya dan mengenai sasaran dengan dua tembakannya sepanjang laga.
2. Bacary Sagna memesona di senja kariernya
Pablo Zabaleta dicap sebagai salah satu bek kanan terbaik Premier League tapi ia kini harus mengkhawatirkan tempatnya di tim utama City. Pelatih City, Manuel Pellegrini, secara sistematis menargetkan bek kiri muda Everton (Brendan Galloway lalu Tyias Browning) di Goodison Park.
Selain Navas, pemain yang berperan besar dalam operasi itu adalah bek kanan Bacary Sagna (32). Penetrasi agresifnya membuka banyak kesempatan dari sisi kanan penyerangan tim. Di senja kariernya, pemain asal Prancis ini masih bisa memesona.
3. Walau serangan bertubi-tubi datang dari sisi kanan, gol pertama tetap dicetak lewat sisi kiri
Melanjutkan poin di atas, kedua sayap City tampak lebih hidup musim ini ketimbang kompetisi lalu. Kendati serangan lebih banyak datang dari sisi kanan, link up Raheem Sterling dan Aleksandar Kolarov kembali menunjukkan potensi besar selama tiga pekan pertama 2015-16.
Lewat golnya di Goodison Park, Kolarov berarti telah mencetak gol tiap musimnya sejak datang dari Lazio enam tahun silam. Ini juga sekaligus gol pertama sang pemain dari dalam kotak penalti sejak musim 2011-12.
4. John Stones luar biasa lawan oposisi berkelas
Everton telah tiga kali menolak pendekatan Chelsea untuk bek muda mereka, John Stones (21). Melihat dari laga ini, kubu Toffees boleh khawatir Chelsea akan datang dengan tawaran keempat.
Kendati timnya kebobolan dua gol, ia kembali solid mengawal lini pertahanan. Stones melakukan hampir 90 persen operan sukses, berhasil dalam keempat usaha tekelnya, lima kali membuang bola, dan tiga kali menang duel udara di pertahanan.
Terlebih, ia hanya melakukan sekali pelanggaran kontra lawan-lawan cerdik dan lincah seperti David Silva, Sergio Aguero, dan Samir Nasri.
5. Apakah skuat City ini cukup kuat untuk menggebrak Liga Champions?
Manchester City perkasa di pekan-pekan pertama Premier League. Mereka solid di belakang dengan Vincent Kompany kembali ke permainan terbaik dan dinamis di depan. Apabila ditarik hingga akhir musim lalu, laga di Goodison Park menjadi kemenangan kesembilan beruntun bagi kubu Etihad, rentetan terbaik sejak 1912.
Pekan ini pula, undian fase grup Liga Champions akan dilakukan. Pertanyaan utama pun masih menunggu jawaban. Joe Hart mengatakan seusai laga bahwa apa yang terjadi musim kemarin sangat menyakitkan tapi mereka telah banyak belajar dari kesalahan. Setelah bertahun-tahun gagal mewujudkan potensi di kompetisi terakbar Eropa tersebut, apakah ini tahun mereka bisa berjaya di Eropa?
Kapan Saja Messi Gagal Penalti?
beritabola1 - Bintang Barcelona, Lionel Messi, gagal mengeksekusi penalti
ke gawang Athletic Bilbao pada pekan pertama La Liga, Minggu
(23/8/2015). Kegagalan ini memperpanjang rapor merah Messi terkait
tendangan 12 pas.
Berdasarkan Transfermarkt, Messi mengalami 16 kegagalan penalti sepanjang kariernya. Total 14 di antaranya dialami bersama Barcelona, sedangkan sisanya dengan tim nasional Argentina.
Musim 2014-2015 menjadi periode terburuk pemain berusia 28 tahun tersebut. Dia gagal menuntaskan empat hadiah penalti. Kali terakhir yakni ketika tembakan Messi dimentahkan Joe Hart pada laga antara Manchester City dan Barcelona di Liga Champions.
Berikut ini adalah rentetan kegagalan penalti sepanjang karier Messi
Barcelona Vs Villarreal (Copa del Rey, 31 Januari 2008)
Barcelona Vs Benidorm FC (Copa del Rey, 12 November 2008)
Barcelona Vs Recreativo Huelva (La Liga, 11 Apri 2009)
Barcelona Vs Panathinaikos (Liga Champions, 14 September 2010)
Real Betis Vs Barcelona (Copa del Rey, 19 Januari 2011)
Barcelona Vs Sevilla (La Liga, 22 Oktober 2011)
Valencia Vs Barcelona (Copa del Rey, 1 Februari 2012)
Barcelona Vs Chelsea (Liga Champions, 24 April 2012)
Jerman Vs Argentina (Uji coba, 15 Agustus 2012)
Barcelona Vs Atletico Madrid (Piala Super Spanyol, 28 Agustus 2013)
Barcelona Vs Real Betis (La Liga, 5 April 2014)
Levante Vs Barcelona (La Liga, 21 April 2014)
Brasil Vs Argentina (Uji coba, 11 Oktober 2014)
Barcelona Vs Atletico Madrid (Copa del Rey, 21 Januari 2015)
Manchester City Vs Barcelona (Liga Champions, 24 Februari 2015)
Barcelona Vs Athletic Bilbao (La Liga, 23 Agustus 2015)
Berdasarkan Transfermarkt, Messi mengalami 16 kegagalan penalti sepanjang kariernya. Total 14 di antaranya dialami bersama Barcelona, sedangkan sisanya dengan tim nasional Argentina.
Musim 2014-2015 menjadi periode terburuk pemain berusia 28 tahun tersebut. Dia gagal menuntaskan empat hadiah penalti. Kali terakhir yakni ketika tembakan Messi dimentahkan Joe Hart pada laga antara Manchester City dan Barcelona di Liga Champions.
Berikut ini adalah rentetan kegagalan penalti sepanjang karier Messi
Barcelona Vs Villarreal (Copa del Rey, 31 Januari 2008)
Barcelona Vs Benidorm FC (Copa del Rey, 12 November 2008)
Barcelona Vs Recreativo Huelva (La Liga, 11 Apri 2009)
Barcelona Vs Panathinaikos (Liga Champions, 14 September 2010)
Real Betis Vs Barcelona (Copa del Rey, 19 Januari 2011)
Barcelona Vs Sevilla (La Liga, 22 Oktober 2011)
Valencia Vs Barcelona (Copa del Rey, 1 Februari 2012)
Barcelona Vs Chelsea (Liga Champions, 24 April 2012)
Jerman Vs Argentina (Uji coba, 15 Agustus 2012)
Barcelona Vs Atletico Madrid (Piala Super Spanyol, 28 Agustus 2013)
Barcelona Vs Real Betis (La Liga, 5 April 2014)
Levante Vs Barcelona (La Liga, 21 April 2014)
Brasil Vs Argentina (Uji coba, 11 Oktober 2014)
Barcelona Vs Atletico Madrid (Copa del Rey, 21 Januari 2015)
Manchester City Vs Barcelona (Liga Champions, 24 Februari 2015)
Barcelona Vs Athletic Bilbao (La Liga, 23 Agustus 2015)
Manchester United Incar Bocah Ajaib Norwegia Ini
beritabola1 - Manchester United dilaporkan sedang membuat tawaran sebesar 2,1 juta pound untuk seorang bocah ajaib dari Odds BK, Rafik Zekhnini. Gelandang sayap berumur 17 tahun itu adalah pemain muda dari Norwegia seperti halnya Martin Odegaard.
Nama Zekhnini mencuat ketika menjadi bintang dalam drama pertandingan berakhir 4-3 di Liga Europa, yaitu pertandingan melawan Borussia Dortmund. Menurut media Norwegia TA, kinerja pemain muda tersebut telah meyakinkan beberapa tokoh di United untuk mengajukan tawaran.
Zekhnini sebelumnya pernah mengaku bermimpi bermain di Old Trafford dan tampaknya sekarang hal itu bisa segera terwujud. Rafik Zekhnini sejauh ini dinilai cukup produktif. Dia telah mencetak dua gol dalam empat kali penampilan bersama Odds BK.
Selain United, beberapa klub besar kabarnya juga mengincar Zkhini. Dia sudah dipanggil dan memperkuat Timnas Norwegia U-17. Bahkan Matt Hummels sampai terkejut bahwa lawan main yang dia anggap sangat bagus di pertandingan Liga Europa itu ternyata berumur 17 tahun.
5 Hal dari Hasil Imbang 0-0 Arsenal Vs Liverpool
beritabola1 -Arsenal dan Liverpool menutup pekan ketiga Premier League dengan memainkan pertandingan tanpa gol seru pada Selasa (25/8/2015) dini hari WIB. Berikut adalah lima hal yang dapat dipelajari dari laga di Stadion Ermirates tersebut.
1. Liverpool tengah terberkati dengan keberuntungan
Salah satu pernyataan paling klise adalah Anda perlu luck dalam sepak bola. Liverpool membuktikan hal ini pada pekan-pekan awal Premier League. Setelah beruntung kala wasit tidak mengakui gol Bournemouth di Anfield akhir pekan lalu (dan kemudian mencetak gol kemenangan sangat kontroversial), keberuntungan kembali menghampiri pasukan Brendan Rodgers.
Mereka seharusnya kebobolan pertama kali di Stadion Emirates, tapi asisten wasit dengan salah menandakan bahwa sang pencetak gol, Aaron Ramsey, telah terlebih dulu berada di posisi off-side walau semua siaran ulang menunjukkan bahwa keputusan itu salah. Alhasil, klub sampai sekarang tidak hanya belum kalah, mereka juga belum kebobolan.
2. Francis Coquelin terus berkembang jadi seorang gelandang bertahan menggiurkan
Statistik sebelum laga berbicara. Francis Coquelin telah melakukan lebih banyak intersep (77) ketimbang para pemain Premier League lain sepanjang 2015. Pada laga ini pun ia kembali dapat mencium bahaya dengan sangat baik.
Dua kali ia melepas tekel sangat akurat di lapangan licin Emirates pada babak pertama untuk mencomot bola dari kaki Christian Benteke. Pemain berusia 24 tahun ini sukses dalam 4 dari 5 operan dan memenangkan bola kembali 6 kali sebelum turun minum.
Penampilan kokohnya mendapat aplaus meriah dari para penonton di Emirates ketika ia diganti oleh Alex Oxlade-Chamberlain 10 menit sebelum bubar.
3. Benteke tak tertahankan
Christian Benteke memberikan Liverpool kehadiran fisik di lini depan yang telah mereka rindukan sejak lama. Striker raksasa asal Belgia ini memenangkan 16 duel udara sepanjang laga sekaligus bisa melakukan beberapa kali dribel walau dijaga ketat. Sekali sebelum turun minum ia bahkan bisa mengelabui bek muda Arsenal, Callum Chambers, dengan mendribel bola melewati kakinya.
Chambers sampai salah mengoper bola 6 kali dan kalah 4 duel udara pada babak pertama karena kehadiran Benteke. "Senang melihat Benteke bermain dengan peran yang ia punya di Liverpool, menyerang dari kedua sisi lapangan dan membawa bola di kakinya. Di Villa ia terlalu sering menerima bola lambung," puji striker legendaris Gunners, Ian Wright, seusai laga di Bein Sports.
4. Namun, ia menemui Petr Cech sang tembok tak tertembus
Petr Cech mencuat ke puncak trending topic Twitter di Indonesia pada laga ini setelah membuat dua penyelamatan kelas dunia. Apakah ini salah satu poin dari beberapa yang akan ia sumbangkan dalam perjalanan Gunners menjuarai Premier League musim ini?
Pertama, ia menghalau tembakan jarak sangat dekat dari Christian Benteke di mana Brendan Rodgers bahkan telah merayakan gol sebelum bola mencapai kaki striker raksasa tersebut. Kemudian, ia terbang secara brilian untuk menepis usaha melengkung sangat bagus dari Coutinho.
5. Joe Gomez tak takut dengan laga besar
Joe Gomez (18) memang mengawali kariernya di Premier League dengan bermain bagus melawan Bournemouth dan Stoke. Tetapi, dengan segala hormat kepada kedua tim tadi, kelas mereka masih belum seperti Arsenal.
Pada pertandingan melawan salah satu tim elite Inggris ini, Gomez tak terlihat sedikit pun kikuk. Tiga kali ia berhasil mencomot bola dari kaki lawan pada babak kedua. Padahal, sang pemain berhadapan langsung dengan Alexis Sanchez, Mesut Oezil, dan Aaron Ramsey secara bergantian.
Sabtu, 22 Agustus 2015
Pemain Ini Tercipta untuk United
beritabola1 - Bek Manchester United, Daley Blind, senang melihat Memphis Depay berada dalam satu klub dengannya. Blind menilai, pemain seperti Depay memang seorang pemain yang tercipta untuk bermain di klub sekelas United.
Blind yakin keputusan manajemen Setan Merah mendatangkan Depay adalah keputusan yang sangat tepat. Pasalnya, ia percaya pesepakbola 21 tahun itu akan menjadi amunisi yang tepat untuk membantu mengembalikan kejayaan United. “Dia (Depay) beradaptasi dengan sangat baik. Anda bisa melihat dia memiliki banyak talenta.
Dia sangat kuat dan cepat. Dia berani menunjukkan dirinya di atas lapangan dan itu adalah hal yang positif,” puji Blind, seperti dimuat situs resmi United, Sabtu (22/8/2015). Menurut pesepakbola 25 tahun itu, Depay adalah tipe pemain yang selalu menikmati permainannya. Ia berharap rekannya di Tim Nasional (Timnas) Belanda itu bisa terus menjaga fokus dan mengabaikan tekanan-tekanan yang ada.
“Dia tahu apa yang bisa dia lakukan dan dia memiliki banyak kepercayaan pada dirinya sendiri. Itu adalah cara yang baik untuk berada di klub seperti United,” urai Blind. “Dia hanya butuh untuk terus enjoy. Penting untuk memastikan Anda menikmatinya setiap momennya, seperti saat Anda bemain di Old Trafford,” tutupnya.
Bek City Menepi Sebulan
beritabola1 - Pemain bertahan Manchester City, Pablo Zabaleta, akan absen selama empat pekan lantaran cedera lutut. Padahal, bek internasional Argentina tersebut sama sekali belum merumput musim ini.
City mengawali Premier League dengan impresif. Sergio Aguero dan kawan-kawang menggulung West Bromwich Albion dan Chelsea dengan skor 3-0. Terlebih, para pemain baru seperti Raheem Sterling sudah terlihat nyetel dengan skuad Manchester Biru.
Akan tetapi, City dipastikan ditinggal Zabaleta selama satu bulan karena mengalami cedera lutut saat latihan jelang partai melawan Everton pada Minggu 23 Agustus 2015. Pemain 30 tahun tersebut pun mengaku terpukul dengan masalah ini. “Hal seperti ini biasa terjadi saat latihan.
Ini adalah kali pertama dalam 12 tahun perjalanan karier profesional saya mengalami cedera seperti ini. Cedera ini merupakan pukulan telak, terutama karena terjadi di awal musim,” kata Zabaleta, seperti dilansir Goal, Sabtu (22/8/2015).
Cedera Zabaleta membuat City hanya memiliki Bacary Sagna yang berposisi sebagai bek kanan. Meski begitu, Pellegri mendapat kabar baik mengenai Fabian Delph dan Gael Clichy yang kondisinya semakin baik.
Otamendi Bukan Jaminan Starter di City
beritabola1 - Manuel Pellegrini memperingatkan Nicolas Otamendi untuk segera tampil impresif di Manchester City. Pasalnya, dia takkan dengan mudah membongkar duet di lini belakang yang diisi Vincent Kompany dan Eliaquim Mangala. Otamendi baru merampungkan proses transfernya ke City dari Valencia dengan nilai transfer 45 juta euro.
Bek tengah internasional Argentina itu sempat menegaskan, dirinya berambisi menjadi salah andalan di The Citizens. Adapun City di dua partai pembuka Premier League meraih catatan clean sheet atau belum pernah kebobolan. Pellegrini pun menyatakan, saat ini tidak ada alasan untuk membongkar duet Kompany dan Mangala untuk memberi tempat kepada Otamendi.
“Dia (Otamendi) adalah pemain yang sangat bagus dan sedang berkembang. Musim lalu di Valencia, dia memiliki periode yang bagus dan berkembang setiap tahun. Dia adalah penyundul bola yang bagus, yang mana saya pikir adalah hal bagus di Inggris,” kata Pellegrini, seperti dilansir Goal, Sabtu (22/8/2015).
“Tapi, dari cara kami bermain sangat tidak mungkin menggeser Kompany dan Mangala. Kami dalam momen yang bagus, kami belum kebobolan. Jadi, kami akan lanjut bermain dengan lini pertahanan yang sama,” lanjutnya.
Penyebab Inter Milan Masih Mengkhawatirkan
beritabola1 - INTER Milan menjadi salah satu klub Eropa yang aktif merombak skuadnya selama bursa transfer musim panas 2015. Nerazzuri mendatangkan banyak pemain untuk membuat skuad mereka lebih kompetitif. Sedikitnya ada lima wajah baru yang akan berseragam biru hitam di musim 2015-2016.
Joao Miranda (dipinjam dari Atletico Madrid), Jeison Murillo (dibeli dari Granada), Martin Montoya (dipinjam dari Barcelona), Geoffrey Kondogbia (dibeli dari AS Monaco) dan Stevan Jovetic (dipinjam dari Manchester City) adalah nama-nama anyar yang akan berkolaborasi dengan pemain lama. Bila melihat aktivitas transfer Inter, pelatih Roberto Mancini lebih fokus memperbaiki lini belakangnya.
Keputusan realistis Mancini itu diambil karena buruknya performa pertahanan La Beneamata musim lalu. Gawang Andrea Ranocchia dkk kebobolan sampai 48 gol dari 38 partai Serie A. Jeleknya penampilan lini belakang Inter sebelas dua belas dengan barisan penyerang yang hanya bisa membuat 59 gol.
Mauro Icardi menjadi aktor protagonis dengan sumbangan 22 gol. Hasilnya, Inter berada di posisi delapan klasemen akhir Serie A musim 2014-2015. Membedah Setiap Lini Kiper Inter diyakini masih akan mempercayai Samir Handanovic sebagai pengawal gawang.
Pengalaman dan kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Ia juga konsisten bermain bagus dan punya semangat memimpin yang disegani rekan-rekannya. Handanovic punya kemampuan bagus membaca bola-bola sulit, umpan silang dan diagonal.
Kelemahannya yang harus diperbaiki ialah memblok tendangan penalti. Sedangkan untuk pelapis Handanovic, Inter memiliki Juan Pablo Carizzo, kiper 31 tahun asal Argentina. Bek Datangnya Miranda dan Murillo diharapkan bisa membuat lini pertahanan Inter lebih kokoh. Miranda selama ini dikenal sebagai salah satu andalan Atletico selama empat musim terakhir.
Pemain Brasil berusia 30 tahun itu adalah bek yang bisa menerjemahkan taktik pertahanan zona atau man marking dengan disiplin. Tipe permainan yang cocok untuk kompetisi sarat taktik seperti Serie A. Pertahanan zona dibutuhkan untuk menghadapi tim lawan yang bagus dalam penguasaan bola. Sedangkan man to man marking akan berguna jika bertemu dengan klub yang memiliki penyerang dengan skill dan kecepatan yang prima, serta serangan balik yang cepat. Miranda juga jago menghalau bola-bola atas.
Rekan Miranda di kotak penalti layak diberikan kepada Murillo. Bek Kolombia itu adalah pemain yang berpotensi menjadi hebat di masa depan. Salah satu indikatornya adalah saat pria 23 tahun itu menjadi Pemain Muda Terbaik di Copa America 2015. Eks bintang Granada dan Las Palmas itu memiliki kelebihan dribel bola yang lengket di kaki, tekel yang bersih dan umpan-umpan lambungnya cukup akurat.
Dribel dan umpan lambung bisa dioptimalkan untuk membangun serangan balik ke jantung pertahanan lawan. Kombinasi dua bek beda karakter itu dibutuhkan agar pertahanan Inter lebih awas, apalagi keduanya cukup cepat, faktor yang dibutuhkan untuk menghadapi penyerang atau winger lawan yang lincah. Kehadiran dua pemain itu diyakini akan memicu Andrea Ranocchia, Juan Jesus dan Nemanja Vidic berlatih lebih serius dan bermain konsisten bagus.
Ketiganya memang terkenal sering melakukan blunder, lamban dan kurang awas mengantisipasi variasi serangan musuh pada musim lalu. Mancini tak hanya memperkokoh duet centre back, untuk posisi fullback, eks manajer Manchester City itu meminjam Martin Montoya dari Barca. Montoya adalah fullback kanan taktis hasil didikan akademi legendaris milik Blaugrana, La Masia. Montoya memang bukan tipe fullback yang agresif layaknya Roberto Carlos atau Ashley Cole, namun pemain dengan tinggi 174 sentimeter itu punya orientasi pertahanan zona dan cukup cepat.
Tak hanya itu, Montoya juga mampu memberikan umpan-umpan akurat untuk gelandang atau penyerang di depannya. Pemain berpaspor Spanyol itu tak hanya bisa menempati sektor kanan pertahanan, tapi juga di sektor kiri. Sayangnya, Inter tidak punya sosok fullback kiri asli yang berkualitas. Memang ada Yuto Nagatomo, tapi penampilannya terus menurun.
Mancini pernah beberapa kali memasang Jesus di posisi fullback kiri saat pramusim, tapi hasilnya belum memuaskan karena bek Brasil itu kurang cepat dan agresif untuk menunjang serangan atau kembali bertahan saat kehilangan bola. Gelandang Inter memiliki beberapa gelandang berkualitas di sektor permainan paling vital di sepakbola modern. Ada Fredy Guarin, Hernanes, Gary Medel dan Geoffrey Kondogbia.
Sayangnya keempatnya bukan tipe gelandang yang bisa mengatur tempo permainan. Bukan juga centrocampista yang kreatif dalam merancang serangan, setelah Mateo Kovacic dijual ke Real Madrid. Memang ada Guarin, Hernanes dan Kondogbia yang bisa bermain lebih ke depan, tapi ketiganya lebih bertipe box to box. Guarin sempat diposisikan sebagai trequartista (penyerang lubang di belakang striker), tapi ia, sekali lagi, kurang kreatif.
Guarin lebih cocok sebagai gelandang box to box atau gelandang tengah karena ia kuat dan memiliki stamina yang prima. Karakter permainan yang mirip dengan Hernanes. Harapan membangun serangan yang bervariasi bisa dilakukan oleh Kondogbia.
Gelandang asal Prancis itu terkenal sebagai pemain yang militan dan agresif ketika membangun serangan serta membentengi pertahanan saat masih berseragam AS Monaco. Kondogbia memiliki kemampuan dribel bola yang yang bagus. Ia tidak pernah takut menggiring bola lalu melewati beberapa pemain lawan dan mengumpan ke rekannya. Umpan-umpan Kondogbia sering menentukan jalannya pertandingan, terutama untuk keuntungan Monaco.
Tekelnya juga bersih yang bisa dimanfaatkan untuk merusak ritme tim lawan saat membangun serangan atau menguasai bola. Pria 22 tahun itu adalah salah satu aktor intelektual yang membuat Monaco bisa menembus perempatfinal Liga Champions edisi 2014-2015. Jika ia bisa mengulangi performanya seperti di Monaco, Inter memang layak membayarnya sebesar 35 juta euro (Rp550 miliar), pemain baru La Beneamata paling mahal hingga tulisan ini turun.
Sedangkan Medel adalah tipe gelandang “pemburu” lawan dan bola. Ia seperti tak kenal lelah mengejar lawan yang menguasai bola. Gelandang Cile itu juga berani kontak fisik dan menekel lawannya. Pemain 27 tahun itu lebih berfungsi sebagai perusak konsentrasi dan permainan lawan, ketimbang arsitek serangan yang jenius. Medel akan menjadi aset berharga sebagai saringan pertama sebelum serangan lawan sampai di kotak penalti.
Penyerang Inter diprediksi masih akan mengandalkan Mauro Icardi di lini depan. Jika Mancini memilih skema dua penyerang di depan, Jovetic bisa dimaksimalkan. Keduanya punya karakter yang berbeda, Icardi lebih suka sebagai target man, sedangkan Jovetic tidak sungkan turun ke bawah menjemput bola, membuka ruang dengan pergerakan tanpa bola serta aksi individu yang lumayan.
Jika manajemen Inter mampu mendaratkan winger Wolfsburg, Ivan Perisic, Mancini akan punya keleluasaan mengeksploitasi permainan dari sisi sayap. Nerazzuri masih punya Rodrigo Palacio. Tapi umurnya yang sudah 33 tahun dan seringnya ia cedera membuat peran penyerang Argentina itu tidak akan terlalu signifikan. Prediksi Formasi dan Gaya Permainan Meski sudah mendatangkan banyak pemain baru, penampilan Inter selama pramusim tidak membahagiakan.
Icardi dkk menjalani lima pertandingan uji coba resmi dengan hasil empat kali kalah dan sekali imbang. Lagi-lagi pertahanan Inter layak dikritik karena kebobolan enam gol. Dari lima kali uji coba pramusim itu, Mancini menggunakan dua formasi, 4-3-3 dan 4-4-2. Formasi 4-3-3 dengan varian 4-3-1-2 sepertinya akan sering dipakai oleh Mancini. Salah satu alasannya karena ia tidak punya sosok winger berkualitas Grade A seperti Pedro atau Sterling untuk menunjang formasi 4-4-2.
Empat bek sejajar akan diisi oleh Montoya atau Dodo di kanan, Miranda, Murillo atau Ranocchia di tengah serta Jesus, Nagatomo atau Montoya di kiri. Lalu tiga gelandang akan dimainkan oleh Kondogbia, Hernanes dan antara Guarin, Medel atau Brozovic. Untuk penyerang, duet Icardi dan Jovetic dibantu oleh gelandang serang di belakang mereka yang bisa diperankan oleh Guarin atau Hernanes. Mancini sepertinya akan menekankan permainan umpan-umpan pendek yang cepat saat Inter menguasai bola dan pressing tinggi ketika kehilangan si kulit bundar.
Permainan garis bertahan yang tinggi atau jauh dari mulut gawang kemungkinan akan diterapkan Mancini. Cara ini pernah dilakukan oleh Barcelona era Guardiola dan sukses membuat mereka perkasa di Eropa. Namun saat itu (dan sampai sekarang), Barca memiliki pemain dengan skill dan kecepatan yang tinggi, serta penguasaan bola rata-rata hingga 65 persen.
Skenario itu yang dipercaya membuat Kovacic tersingkir dari rencana Mancini. Mancini pernah beberapa kali mengkritik Kovacic karena terlalu lama menguasai bola atau cepat kehilangan si kulit bundar saat dikepung pemain lawan. Karakter Kovacic sebagai playmaker murni memang membuatnya sering menahan bola lebih lama atau mengulur pergerakan arah bola ke tengah atau ke belakang sembari menunggu pertahanan lawan longgar.
Mancini menginginkan permainan yang lebih cepat dan efisien ketimbang membiarkan bola terlalu lama di satu atau dua pemain. Umpan-umpan langsung, diagonal atau zona bisa menjadi ciri khas Inter musim ini. Cara itu sah-sah saja karena memang Inter memiliki penyerang yang efektif memanfaatkan bola dalam situasi sulit sekalipun di diri Icardi. Potensi Kelemahan Inter Hal yang wajib diperhatikan oleh manajemen dan tim teknis Inter adalah kedalaman skuad.
Inter hanya punya dua striker bagus di sosok Icardi dan Jovetic. Lalu ada Palacio yang kualitasnya biasa-biasa saja, selebihnya? Hanya beberapa nama yang kurang populer dan secara statistik tidak bagus, seperti Jonathan Biabiany.
Nerazzuri juga tidak punya pilihan gelandang dengan karakter yang majemuk, terutama yang mampu bermain agresif di sisi sayap dan kreatif membagi-bagi bola. Mereka hanya memiliki nama-nama top dengan kemampuan gelandang box to box dan gelandang bertahan, sedangkan untuk peran winger kualitasnya hanya Grade B di sosok Marcelo Brozovic atau Danilo D’Ambrosio. Mancini juga tidak bisa bernapas lega jika melihat chemistry pemain belakangnya.
Kemasukan enam gol dari lima ujicoba resmi pramusim menunjukkan lini belakang Nerazzuri masih rapuh, longgar dan kurang kompak. Masalah kebersamaan dan menyatukan “perasaan” antar pemain Inter memang patut dicermati. Masuknya banyak pemain baru dan langsung mengisi posisi inti di pramusim mengubah kebiasaan bermain wajah-wajah lama.
Pemain baru masih beradaptasi dengan karakter nama-nama lama, begitu juga sebaliknya. Kalau manajemen Inter bisa segera mendatangkan Perisic dari Wolfsburg dan mendatangkan satu lagi gelandang bertipe serang, Mancini akan memiliki pilihan skema permainan lebih banyak sekaligus membuat skuad lebih dalam. Syarat untuk Sukses Mancini harus bisa merancang sistem bertahan yang solid dan konsisten bagus jika mengincar posisi empat besar di klasemen akhir Serie A musim 2015-2016.
Mengantisipasi serangan dari sektor sayap, serbuan mendadak dari daerah tengah di luar kotak penalti, umpan-umpan diagonal maupun umpan zona terobosan harus menjadi bahan latihan para pemain yang mesti diulang-ulang dan memperhatikan hal-hal sepele dengan detail.
Tidak kebobolan lebih dari 40 gol menjadi syarat mutlak agar tim lebih kompetitif. Jika targetnya mau juara atau masuk dua besar, maka skuad tak boleh kemasukan lebih dari 30 gol. Misi berat juga diberikan untuk para gelandang dan penyerang.
Centrocampista Inter harus mampu menguasai bola dengan efisien dan memberikan umpan-umpan yang akurat. Sumbangan minimal 25 gol dan belasan assist dari para gelandang akan bisa mengangkat performa Inter. Para penyerang pun demikian, Icardi yang membuat 22 gol musim lalu harus bisa mempertahankannya. Meski akan sulit, Icardi akan banyak terbantu oleh kehadiran Jovetic, asalkan attacante asal Montenegro itu bisa bergerak lebih bebas dan membuat minimal 10 gol.
Perubahan ide bermain musim ini berpotensi membuat Inter akan banyak beradaptasi dan memperbaiki performa hasil evaluasi di pekan-pekan pertama kompetisi. Situasi inilah yang diprediksi akan membuat Inter tidak bisa langsung tancap gas sejak awal.
Asal tidak terpeleset keluar dari lima besar hingga Natal 2015, Inter mungkin akan lebih menggigit setelah libur musim dingin. Perkiraan formasi Inter Milan musim 2015-2016 (4-3-3): Handanovic; Montoya, Miranda, Ranocchia/Murillo, Jesus/Nagatomo; Medel, Kondogbia, Guarin; Hernanes, Jovetic/Palacio, Icardi
10 Pemain dengan Trofi Terbanyak di Premier League (Habis)
beritabola1 - PREMIER League dikenal sebagai salah satu liga papan atas Eropa bahkan dunia. Banyak pemain berkualitas berkiprah di sana dikarenakan beberapa faktor seperti bayaran tinggi plus level liga yang sangat kompetitif. Tak heran pemain yang sukses bersama klub di luar Inggris tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bermain di Premier League.
Salah satunya adalah Bastian Schweinsteiger. Schweini –sapaan akrab Schweinsteiger– sukses merebut 25 trofi bersama Bayern Munich dan Timnas Jerman. Mulai musim ini, kapten Timnas Jerman mencoba peruntungannya dengan hengkang ke salah satu kontestan Premier League, Manchester United. Tentu tujuannya kembali meraih banyak trofi seperti yang diraih di klub sebelumnya.
Bukan hanya Schweini, masih banyak pemain yang bergelimang trofi dan kini tengah berkiprah di Premier League. Berikut 10 pemain yang kini membela tim Premier League dengan jumlah trofi terbanyak baik bersama klub maupun Timnas seperti mengutip dari Daily Mail, Sabtu (22/8/2015). 6. John Terry (Chelsea – 16 trofi) Terry merupakan jebolan akademi Chelsea.
Sejak musim 1999-200, bek yang sudah berusia 35 tahun mulai eksis bersama tim utama The Blues. Selama masa baktinya itu, bek kontroversial tersebut sukses mempersembahkan 16 trofi bagi Chelsea. Perincian 16 trofi Terry : Premier League 4 trofi, FA Cup 5 trofi, Capital One Cup 3 trofi, Community Shield 2 trofi, Liga Champions 1 trofi, Europa League 1 trofi. 7.
Petr Cech (Arsenal – 15 trofi) Meski sempat membela Sparta Praha dan Stade Rennes, Cech baru meraih kesuksesan saat bergabung dengan Chelsea dari 2004 hingga 2015. Mulai musim ini, kiper Timnas Republik Ceko memilih Arsenal sebagai pelabuhan selanjutnya.
Perincian 15 trofi Cech : Premier League 4 trofi, FA Cup 4 trofi, Capital One Cup 3 trofi, Community Shield 2 trofi, Liga Champions 1 trofi, Europa League 1 trofi 8. Xherdan Shaqiri (Stoke City – 15 trofi) Shaqiri meraih banyak trofi saat masih membela Basel pada 2009 hingga 2012. Pada periode itu, Shaqiri berhasil merebut lima trofi dan tiga di antaranya di ajang Swiss Super League.
Torehan gelarnya semakin bertambah setelah membela Bayern. Mulai musim ini, ia memilih Stoke City sebagai destinasi selanjutnya untuk memperbaiki kariernya yang sempat rusak saat membela Bayern dan Inter. Perincian 15 trofi Shaqiri : 3 trofi Swiss Super League, Swiss Cup 2 trofi, U-18 Swiss Cup 1 trofi, Bundesliga 2 trofi, DFB Pokal 2 trofi, DFL-Supercup 1 trofi, UEFA Champions League 1 trofi, UEFA Supercup 1 trofi, FIFA Club World Cup 1 trofi, FIFA World Cup 1 trofi. 9.
Yaya Toure (Manchester City – 14 trofi) Yaya Toure berkembang menjadi salah satu gelandang papan atas dunia ketika bergabung bersama Barca pada musim 2007-2008 dan sukses meraih banyak gelar di Camp Nou. Namun, kepindahannya ke Manchester City pada 2010 tak menyurutkan permainannya dan justru membawa tim asal Manchester berjaya di Inggris.
Perincian 14 trofi Toure : La Liga 2 trofi, Premier League 2 trofi, Capital One Cup 1 trofi, FA Cup 1 trofi, Copa del Rey 1 trofi, African Cup 1 trofi, FIFA Club World Cup 1 trofi, Liga Champions 1 trofi, Supercoppa de Espana 1 trofi, Liga Yunani 1 trofi, Piala Yunani 1 trofi, Community Shield 1 trofi. 10.
John Obi Mikel (Chelsea – 11 trofi ) Didatangkan Chelsea dari FK Lyn pada musim panas 2006, Obi Mikel sempat menjadi tulang punggung Raksasa London Biru.
Namun belakangan, semenjak Nemanja Matic datang kembali pada Januari 2014, posisinya tergusur oleh gelandang Serbia tersebut. Perincian 11 trofi Obi Mikel : Premier League 2 trofi, FA Cup 4 trofi, Capital One Cup 2 trofi, African Cup 1 trofi, Liga Champions 1 trofi, Europa League 1 trofi.
Pujian Mourinho untuk Pedro
beritabola1 - Arsitek Chelsea, Jose Mourinho, tak sabar untuk segera menyaksikan Pedro Rodriguez memperkuat timnya di atas lapangan. Meski belum menunjukkan tajinya, Mourinho sama sekali tak sungkan memberikan pujian untuk Pedro.
Sosok Pedro memang tidak asing lagi bagi Mourinho, mengingat keduanya pernah menjadi rival di La Liga. Walaupun dulunya adalah rival, pelatih 52 tahun itu tak segan-segan menyebutkan, pesepakbola internasional Spanyol itu sebagai pemain yang berkepribadian baik.
“Selama ini dia telah memenangkan segalanya ketika bermain dengan (Lionel) Messi, (Andres) Iniesta, dengan semua pemain bintang. Tapi, dia masih menginginkan lebih,” tutur Mourinho, seperti diberitakan Goal, Sabtu (22/8/2015).
“Saya sangat senang dengan kepribadian dan sikap baik seperti itu. Dia datang (ke Chelsea) untuk bermain, untuk menang, bukan untuk liburan. Dia ingin bermain di setiap pertandingan. Jadi, saya sangat senang,” tambah pelatih asal Portugal itu. Menurut mantan pelatih Real Madrid itu, pengalaman yang dimiliki Pedro akan sangat bermanfaat untuk Chelsea.
Ia yakin, pesepakbola 28 tahun itu akan memberikan tambahan yang luar biasa dalam skuad The Blues. “Dia adalah pemain dengan banyak pengalaman dan sesuatu yang sangat saya suka. Pemain seperti dia adalah pemain yang mencintai dan dicintai oleh klub,” tandas The Special One.
Mourinho Enggan Buka Suara soal Bintang Juve
beritabola1 - Bursa transfer musim panas 2015 akan berakhir kurang dari 10 hari. Akan tetapi, Chelsea disebut-sebut masih berusaha mendatangkan salah satu incaran lamanya yakni bintang Juventus, Paul Pogba. Pelatih Jose Mourinho pun dimintai tanggapannya terkait kabar keinginan manajemen The Blues mendatangkan Pogba di sisa waktu bursa transfer.
Meski demikian, Mourinho mengungkapkan dirinya enggan memberikan komentar apa pun terkait mantan pemain Manchester United itu. “Saya tidak bisa berbicara apa pun tentang seorang pemain Juventus.
Saya tahu Allegri (pelatih Juve) telah berbicara sepanjang musim panas ini tentang Oscar dan Ramires (pemain Chelsea). Tapi, saya tidak akan melakukan itu,” tutur Mourinho, seperti diberitakan Daily Star, Sabtu (22/8/2015).
The Blues sebelumnya memang berniat memboyong Pogba di bursa transfer musim panas ini. Setelah sempat menguap, rumor kembali mencuat usai mendapat permintaan langsung dari bos Chelsea, Roman Abramovich.
Abramovich disebut-sebut sedang panik, menyusul kekalahan telak yang dialami dari Manchester City pekan lalu. Tak pelak, kekalahan tersebut pun membuat pengusaha asal Rusia itu berniat melakukan panic buying dengan Pogba sebagai target utamanya.
Bintang Milan Mengaku Mirip Ronaldo
beritabola1 - Bintang baru AC Milan, Carlos Bacca, mengaku sama dinginnya dengan Luiz Ronaldo saat di depan gawang lawan. Dia pun tak menyesal harus meninggalkan Sevilla. Padahal, di musim 2015-2016 klub berjuluk Palanganas itu dipastikan bermain di Liga Champions.
Seperti diketahui, karier gemilang Ronaldo justru surut saat membela Milan sejak Februari 2007. Padahal, beberapa musim sebelumnya sempat berjaya di Tim Nasional Brasil dan Real Madrid. Dia pun dilepas secara cuma-cuma oleh Rossoneri karena menderita cedera lutut di 2008.
Sementara itu, Bacca merupakan salah satu pemain yang dibeli Milan di musim panas ini. Dia didatangkan Diavolo Rosso dari Sevilla dengan nilai transfer 30 juta euro. “Ronaldo membuat saya terpesona. Sayangnya, dia kurang beruntung dan harus mengakhiri kariernya lebih cepat. Tapi, saya pikir kami memiliki kesamaan karena ‘berdarah dingin’,” ujar Bacca kepada Corriere dello Sport, Sabtu (22/8/2015).
“Ronaldo dingin, kuat, dan finisher hebat. Dia melakukan hal-hal yang tidak Anda duga. Dia bisa melakukan trik-trik untuk menembus pertahanan lawan dan mencetak gol,” lanjutnya.
Bacca juga membeberkan alasan mengapa rela mengorbankan Liga Champions demi gabung Milan. Juara Europa League musim lalu, Sevilla berhak langsung lolos ke fase grup kompetisi tertinggi antarklub Benua Biru.
“Sevilla adalah tim besar, tapi Milan adalah tim top dan salah satu yang terbaik. Saya memahami perbedaannya sekarang. Hasrat saya untuk gabung Milan sangat kuat, dan saya tidak peduli membuat pengorbanan,” terang Bacca.
Del Piero soal Pergerakan Transfer Juventus
beritabola1 - Alessandro Del Piero buka suara mengenai pergerakan Juventus di bursa transfer musim panas ini. Menurut dia, La Vecchia Signora telah melakukan perubahan yang tergolong berani dan cerdas. Tiga pemain kunci dalam beberapa musim terakhir yakni Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez dilepas.
Hal tersebut sempat menimbulkan distorsi di kalangan Juventini. Sebagai suksesor Tevez di lini depan, Juventus mendatangkan penyerang berprospek cerah, Paulo Dybala, seharga 32 juta euro dari Palermo. Belum berhenti di situ, barisan depan juga kedatangan Simone Zaza dan Mario Mandzukic.
Adapun Sami Khedira didatangkan untuk menambal lubang di lini kedua. Rekrutan terbaru Juventus adalah Alex Sandro, bek kiri yang direkrut dari FC Porto. Fidanzata d'Italia harus merogoh kocek sedalam 26 juta euro untuk pemain berkebangsaan Brasil tersebut.
“Saya menganggap Juve melakukan perubahan yang berani. Tim mereka berubah banyak, tapi itu dilakukan dengan kehati-hatian. Mungkin membutuhkan waktu untuk mengganti inti tim, tapi (Massimiliano) Allegri memiliki ide yang jelas dan perubahan ini akan terbayar di masa mendatang,” jelas Del Piero kepada La Stampa, Sabtu (22/8/2015).
“Saya pikir luar biasa karena Juve menguatkan diri secara cerdas. Semua yang telah dibeli pasti berguna, bahkan tidak ada uang sia-sia dari para pemain yang hanya dibeli untuk duduk di bench,” lanjutnya.
Wenger Bantah Ozil Ingin Tinggalkan Arsenal
beritabola1 - Arsene Wenger membantah kabar yang menyebutkan Mesut Ozil ingin hengkang dari Arsenal. Dia menegaskan, bintang berkebangsaan Jerman tersebut sedang fokus untuk membantu The Gunners meraih hasil bagus di awal Premier League.
Arsenal harus mengeluarkan dana sebesar 42 juta pounds dari Real Madrid pada musim panas 2013. Mantan gelandang Werder Bremen itu memiliki kontrak yang tersisa tiga musim lagi di Emirates Stadium.
“Dia adalah pemain luar biasa yang benar-benar berkomitmen kepada klub, dan fokus meraih hasil baik,” kata Wenger, seperti dilansir Goal, Sabtu (22/8/2015). Arsenal akan melawan Liverpool di matchday ketiga Premier League, Selasa 25 Agustus 2015.
Musim lalu, Mikel Arteta dan kawan-kawan pernah membantai The Reds dengan skor 4-1, dan kali ini Wenger berambisi mengulang hasil tersebut. The Professor juga membeberkan kondisi terkini Alexis Sanchez.
“Kami memiliki penampilan yang meyakinkan musim lalu. Semuanya ‘klik’ pada malam itu dan pertandingannya sangat bagus,” ungkap Wenger.
“Saya pikir nanti dia (Sanchez) takkan jauh dari kondisi 100 persen. Ini mengejutkan karena, ketika dia tidak bugar, dia memiliki sumber mental yang bagus,” tutupnya.
Jumat, 21 Agustus 2015
Preview Musim Inter: Optimistis di Jalur Scudetto
beritabola1 - Inter melewati salah satu musim terburuknya di Serie A musim lalu. Tim Biru Hitam finis di peringkat delapan dengan selisih 32 poin dari tim juara, Juventus. Demi misi bangkit dari trauma tersebut, Inter bergerak aktif di bursa transfer musim panas.
Sejumlah rekrutan berkelas diyakini membuat Inter menjadi tim tangguh, setidaknya di atas kertas. Namun, perkembangan terakhir bisa jadi membuat fan Inter galau.
Dalam laga persahabatan kontra Galatasaray misalnya, tim asuhan Roberto Mancini tetap kalah 0-1 kendati diperkuat mayoritas pemain terbaiknya. Terakhir, Nerazzurri cuma bermain imbang tanpa gol melawan AEK Athens pada akhir pekan lalu. Mancini sepertinya masih belum menemukan formasi dan komposisi andalannya.
Pelatih berusia setengah abad ini misalnya, masih berganti-ganti skema dari 4-4-2, 4-2-3-1, dan 4-3-1-2. Kebingungan ini tak boleh berlarut-larut. Inter punya kesempatan untuk melakukan start kencang di Serie A musim ini. Satu-satunya lawan berat dalam lima partai pembuka terjadi di pekan ketiga kontra tim sekota, Milan. Sisanya, Mauro Icardi dkk.
hanya berhadapan dengan Atalanta, Carpi, Chievo, dan Verona. PR Ketajaman Mancini punya PR soal ketajaman tim asuhannya. Setelah mencetak delapan gol dalam dua partai persahabatan, La Beneamata tak bisa mengukir gol dalam enam laga pramusim berikutnya dan dan cuma membukukan tiga gol dalam sepasang pertandingan lain.
Padahal, Inter sudah mendapatkan tambahan amunisi sekelas Stevan Jovetic. Pemain asal Montenegro ini diyakini bakal mengurangi beban gol dari pundak Icardi, yang musim lalu mencetak 22 gol di Serie A. Permainan yang tak kunjung nyetel menjelang dimulainya kompetisi membuat sejumlah kalangan meragukan kebangkitan Inter.
Pemilik 18 gelar juara Serie A ini memang diperkirakan bakal finis di papan atas klasemen, namun bukan kandidat juara. Lihat saja bursa unggulan di mayoritas bursa taruhan Eropa. Kans juara Inter tak cuma dianggap berada di belakang Juventus dan Roma, tetapi juga Napoli.
Bila hal tersebut menjadi kenyataan, Inter bahkan tak bakal mentas di Liga Champion 2016/17. Tentulah misi utama skuat Inter saat ini adalah menjungkirbalikkan prediksi tersebut.
"Pemain-pemain hebat telah datang ke klub ini dan kami berharap bisa finis di peringkat tiga teratas klasemen. Tim ini sangat kuat dan kami bisa bersaing di jalur scudetto," kata gelandang Gary Medel di Inter Channel.
Preview Musim Milan: Replika Resep 17 Tahun Silam
beritabola1 - Terpuruk dalam dua musim beruntun, lalu meraih scudetto pada musim berikutnya. Milan jelas berharap siklus tersebut kembali mereka alami. Prestasi Milan terjun bebas pada Serie A 1996/97 dan 1997/98. Il Diavolo Rosso (Setan Merah) berturutturut hanya finis di posisi ke-11 dan 10.
Namun, pada 1998/99 mereka sanggup naik sembilan anak tangga dan mengakhiri musim sebagai kampiun Serie A. Rahasia lesatan Milan ada tiga, yakni penunjukan pelatih baru (Alberto Zaccheroni), penguatan sektor belakang (membeli Thomas Helveg), serta perekrutan bomber haus gol (Oliver Bierhoff).
Milan kini mencoba mereplika resep 17 tahun silam yang telah terbukti manjur dalam menghadirkan kesuksesan. Terjerembab di urutan kedelapan dan ke-10 klasemen dalam dua musim terakhir membuat Il Diavolo jengah. Langkah pertama sudah diwujudkan manajemen Milan dengan mendepak Filippo Inzaghi dari kursi pelatih dan menggantinya dengan Sinisa Mihajlovic.
“Target utama kami adalah finis di tiga besar. Namun, berbekal skuat yang kini kami miliki plus dua pembelian lagi, kami bisa menyasar tempat yang lebih tinggi. Saya tak akan menyebut nama,” ujar Mihajlovic beberapa waktu silam.
Meski Miha tak mau menyebut nama, dua figur yang ada di pikirannya sangat mudah diterka, yakni Alessio Romagnoli dan Zlatan Ibrahimovic. Romagnoli sudah berada dalam genggaman Milan. Pemuda berusia 20 tahun itu adalah anak kesayangan Mihajlovic semasa mereka berdua mengusung panji Sampdoria.
Romagnoli dipercaya akan menjadi solusi dari kebocoran yang selama ini terus melanda lini belakang Milan. Julukannya keren, yakni Alessandro Nesta baru. Bomber Ganas Pekerjaan rumah Milan tinggal satu, yakni mendatangkan bomber ganas.
Cuma, andai upaya memulangkan Ibra ke Italia gagal, Milan sebenarnya sudah merekrut pemain berstatus bomber. Figur itu tak lain adalah Carlos Bacca, yang mencetak total 34 gol dalam rentang dua musim terakhir La Liga bareng Sevilla.
Boleh dikatakan Miha sudah punya bahan lengkap guna mewujudkan kue scudetto yang didambakan Milan. Pekerjaan rumah pelatih asal Serbia itu sekarang adalah mengantar Il Diavolo mencatat start bagus.
Maklum, dalam tujuh pekan perdana Serie A 2015/16 Il Diavolo sudah harus berhadapan dengan lawan kuat, diantaranya Fiorentina, Inter, Udinese, Genoa, dan Napoli. Alih-alih menapak tilas jejak Zaccheroni, Miha bisa saja bernasib sama dengan Fatih Terim, pelatih Milan 2001/02, apabila gagal menuai awalan meyakinkan.
Terim, yang dibekali rekrutan anyar menjanjikan semodel Cosmin Contra, Manuel Rui Costa, dan Fillippo Inzaghi, dipecat pada pekan ke-9 meski mencatat rapor cukup bagus: empat kemenangan, tiga kali seri, dan dua kali kalah.
Langganan:
Komentar (Atom)


































